Sekolah Tak Siap, Sebaiknya Tatap Muka Ditunda

Sekolah Tak Siap, Sebaiknya Tatap Muka Ditunda

Selasa, 05/01/2021 19:08 WIB

Sekolah Tak Siap, Sebaiknya Tatap Muka Ditunda Nur Nadlifah

JAKARTA, PKBNews - ANGGOTA Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Nur Nadlifah menegaskan, bila sekolah tidak benar-benar siap melaksanakan belajar tatap muka maka sebaiknya ditunda.

"Kalau sekolah itu tidak benar-benar siap, sebaiknya ditunda. Saya paham bahwa anak-anak kita butuh pembelajaran tatap muka, tetapi tidak semua sekolah itu siap," ujarnya, Selasa (5/1/2020).

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperbolehkan sekolah kembali melaksanakan belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19 mulai Januari ini. Namun sebelum itu sekolah harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Menurut Nur Nadlifah, protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama sebelum sekolah tatap mula dilaksanakan mengingat penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Ia pun menyoroti kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai dari keterisian kelas hingga kelas wajib disemprot disinfektan secara berkala.

Nadlifah mencontohkan, harusnya kelasnya 20 orang diganti 10 orang dengan shift, dengan protokol kesehatan, dengan memastikan anak-anak tidak berkerumun, dengan memastikan anak-anak memakai masker di dalam kelas, dengan memastikan tiap hari harus disemprot disinfektan seluruh kelas.

"Ini kan biaya mahal juga," ucapnya.

Dia menambahkan, "Prokes harus bener-bener dilakukan. Kelas yang dipakai harus dibersihkan lagi. Kalau memang tidak siap dengan itu, sebaiknya ditunda."

Kata Nadlifah, peran guru juga harus aktif mengawasi anak-anak jika memang sekolah akan dibuka kembali.

"Gurunya yang bener-bener harus aktif banget untuk menjaga, kalau 1 guru mengawasi 10 orang kan masih memungkinkan lah untuk jaga jaraknya. Tentu anak-anak kelas 5 kelas 6 sudah bisa diajak untuk prokes. Dengan begitu kan sekalian mengedukasi anak-anak untuk disiplin," tegasnya.

 

 

 

TAG: