Pemerintah Didesak Masukan Tokoh Agama Sebagai Prioritas Penerima Vaksin

Pemerintah Didesak Masukan Tokoh Agama Sebagai Prioritas Penerima Vaksin

Selasa, 05/01/2021 16:11 WIB

Pemerintah Didesak Masukan Tokoh Agama Sebagai Prioritas Penerima Vaksin Fathan Subchi

JAKARTA, PKBNews - FRAKSI Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak pemerintah agar memasukkan tokoh agama ke dalam prioritas penerima vaksin Covid-19.

"Kami mendesak pemerintah agar menjadikan tokoh agama prioritas utama, selain tenaga kesehatan untuk segera mendapatkan imunisasi vaksin Covid-19," kata Sekretaris FPKB DPR RI, Fathan Subchi, Selasa (5/1/2020).

Tingginya angka kematian di kalangan tokoh agama selama pandemi Covid-19 menjadi alasan FPKB DPR RI mendesak pemerintah agar memprioritaskan ulama.

Fathan menegaskan bahwa tokoh agama merupakan salah satu sosok sentral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia. Mereka tidak hanya menjadi sumber legitimasi spiritual, tetapi juga menjadi rujukan masyarakat dalam mengadukan permasalahan sehari-hari.

"Di masa pandemi Covid-19 pun mereka tetap didatangi para tamu dan jemaah, meskipun secara formal ada pembatasan sosial. Di daerah-daerah masyarakat tetep berbondong-bondong ke rumah kiai, ustaz, atau pastor untuk sekedar silaturahmi atau bertanya solusi berbagai persoalan hidup mereka,” katanya.

Menurut Fathan, kiai, ustaz, maupun tokoh agama lainnya kerap tidak bisa menolak kedatangan para jemaah ke kediaman mereka. Mereka tetap mendengarkan, memberi nasihat, maupun sekadar mengajak senda gurau, agar para jemaah sejenak melupakan beban berat hidup mereka.

"Belum lagi ketika para tokoh agama tersebut harus menghadiri undangan pengajian atau memberikan pelayanan yang memaksa mereka berada di kerumunan, meskipun memakai protokol kesehatan ketat," katanya.

Kenyataan tersebut, kata Fathan, membuat para tokoh agama sangat rentan tertular virus Covid-19. Dan, telah terbukti dengan banyaknya kiai dan tokoh agama yang positif Covid-19. Selain itu, tingkat kematian di kalangan rohaniawan juga sangat tinggi.

"Kalangan kiai dan pengasuh pesantren lingkungan Nadhalatul Ulama (NU, red), selama satu tahun terakhir di tahun 2020 lebih dari 200 kiai yang wafat karena terjangkit virus Covid-19," ucapnya.

Fathan yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR berharap, pemerintah dapat membuat terobosan agar tidak ada lagi korban dari kalangan tokoh agama. Salah satunya dengan menjadikan para kiai, ustaz, pastor, maupun rohaniawan lain masuk sebagai kluster prioritas untuk mendapatkan imunisasi vaksin Covid-19.

"Kami sangat berharap agar para tokoh agama ini mendapatkan prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19 bersama para tenaga kesehatan," tandasnya.

 

TAG: