Atasi Covid, Gus AMI Ajak Masyarakat Solidkan Barisan

Atasi Covid, Gus AMI Ajak Masyarakat Solidkan Barisan

Selasa, 17/11/2020 17:15 WIB

 Atasi Covid, Gus AMI Ajak Masyarakat Solidkan Barisan Gus AMI

DEMAK, PKBNews- INDONESIA mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 karena punya kekuatan solid, bahu membahu dan saling menopang satu sama lain.

"Mari kita solidkan barisan dan kekompakan, Insyaallah dengan itu bisa meredam Covid-19," kata Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI saat menyapa warga Demak secara virtual, Selasa (1711/2020).

Kata Gus AMI, kekuatan tersebut tidak dimiliki negara lain. Pemerintah pun juga berbuat baik dengan kebijakan-kebijakannya. Di tengah kondisi itu, ujar Gus AMI, tidak ada pilihan bagi setiap elemen masyarakat kecuali tetap eksis, mandiri, kuat dan menjalankan semua aktifitas yang mampu dilakukan dengan baik. Semua industri juga macet yang mengakibatkan PHK. Sehingga daya beli menurun.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkata, tiga penanganan darurat yang didorong PKB. Pertama, darurat pendidikan harus diantisipasi dengan baik. Gus AMI bersyukur pesantren sejauh ini hadir menjadi solusi darurat pendidikan yang terbaik hari ini.

"Pesantren telah memberikan jalan keluar saat pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak efektif. "Saya berpesan Bu Esti (Estianah, Calon Bupati Demak) maupun pak Ali (Ali Makhsun, Calon Wakil Bupati Demak), saya minta pendidikan dijadikan prioritas, terutama di pesantren. Saya juga sudah meminta Mendikbud untuk turun melihat fakta itu. Demak harus menjadi contoh bagi Indonesia dan negara lain," katanya.

Kedua, lanjut Gus AMI, darurat ekonomi. Darurat ekonomi perlu diantisipasi baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha dan lembaga pendidikan yang mencetak kapasitas dan pelaku usaha sebanyak mungkin.

"Bu Esti, saya minta UKM ini harus menjadi motor penggerak ekonomi di Demak. Saya juga mendorong pesantren mencetak enterpreneurship sebanyak mungkin. Negara maju jika 2,5 persen penduduknya adalah enterpreneur," ucapnya.

Ketiga, kerawanan-kerawanan krisis. Baik krisis ekonomi yang bisa berdampak pada ketimpangan, krisis sosial yang menyebabkan kekerasan, perpecahan dan kriminalitas yang meningkat.

"Tidak ada pilihan bahwa jalan menyelesaikan persoalan itu adalah dengan menggalakkan infaq, sodaqoh dan zakat. Ketiganya bisa menjadi solusi bagi krisis sosial di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Dia menambahka, "Saya instruksikan kader PKB menjadi motor penggerak mengoptimalkan kebijakan infaq, zakat dan sodaqoh di Demak. Dan Insyaallah kalau pasangan nomor 1 ini menang, semua itu akan kita atasi."

Dalam kesempatan itu, hadir secara virtual 100 nelayan Bonang, 100 petani Dempet, 100 guru ngaji di Mranggen, dan 100 pelaku UMKM di Pasar Wonosalam. Hadir juga Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Fathan Subchi, Ketua DPW PKB Jateng, KH. Yusuf Chudlory dan Sekretaris DPW PKB Jateng, Sukirman.

 

TAG: