Tragedi KM Virgo Transport, Legislator PKB Mahdalena Minta Trauma Healing bagi Korban Selamat

Tragedi KM Virgo Transport, Legislator PKB Mahdalena Minta Trauma Healing bagi Korban Selamat

Rabu, 16/09/2026 13:42 WIB

Tragedi KM Virgo Transport, Legislator PKB Mahdalena Minta Trauma Healing bagi Korban Selamat Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Mahdalena

PKBNEWS - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Mahdalena, mendesak pemerintah memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing secara menyeluruh kepada korban selamat KM Virgo Transport 8. Penanganan pascamusibah di perairan Laut Jawa ini dinilai tidak boleh berhenti pada aspek fisik, melainkan wajib memulihkan trauma emosional para korban.

“Kami berduka atas musibah yang menimpa para korban. Jangan sampai setelah berhasil diselamatkan, mereka justru harus menghadapi traumanya sendirian tanpa pendampingan psikologis untuk memulihkan rasa aman,” ujar Mahdalena di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Mahdalena menyoroti kondisi mencekam saat kapal terbalik sekitar pukul 01.00 WIB ketika sebagian besar penumpang sedang terlelap. Peristiwa yang terjadi di tengah kegelapan malam tanpa sirene peringatan dini tersebut memicu kepanikan luar biasa yang sangat membekas di ingatan korban. “Bayangkan mereka sedang tidur, kemudian tiba-tiba kapal dalam kondisi miring pada pukul satu dini hari. Dalam keadaan gelap dan panik tanpa waktu bersiap, pengalaman itu tentu sangat traumatis bagi para korban,” tuturnya.

Ia menggambarkan beban mental para penumpang yang terisolasi di tengah laut lepas selama berjam-jam sebelum bantuan tiba. Salah satunya adalah kisah korban berusia 19 tahun yang harus bertahan hidup sendirian di lautan selama 10 jam hingga akhirnya dievakuasi tim SAR.

“Coba bayangkan anak muda 19 tahun harus bertahan seorang diri selama 10 jam di tengah laut lepas. Takut, panik, dan merasa sendirian di tengah kegelapan—pengalaman traumatik seperti itu tidak selesai begitu saja hanya karena sudah diselamatkan,” tegasnya.

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menambahkan bahwa setiap korban memiliki tingkat luka batin yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya bahkan menyaksikan anggota keluarga mereka tenggelam atau terpisah saat kapal mulai terbalik. “Setiap korban membawa cerita dan luka masing-masing, mulai dari yang kehilangan orang tercinta hingga berjam-jam terombang-ambing di laut. Mereka membutuhkan ruang untuk didengarkan dan didampingi ahli hingga benar-benar pulih,” katanya.

Mahdalena meminta Kementerian Sosial bersama tenaga psikolog dan pekerja sosial segera diturunkan ke lokasi penampungan korban. Pendampingan psikis wajib diperluas kepada anggota keluarga yang saat ini masih diselimuti kecemasan menunggu kepastian nasib sanak saudaranya. “Pemerintah melalui lembaga terkait dan tim medis harus segera mendampingi korban selamat serta keluarga penumpang yang belum ditemukan. Negara harus hadir memberikan ketenangan dan pendampingan di masa-masa sulit ini,” pungkasnya.

TAG: