Pengakuan Desak Made Jadi Alarm, Amure Minta Tata Kelola Dukungan Atlet Dievaluasi
Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly (foto: istimewa)PKBNEWS - Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly atau yang akrab disapa Amure, mengaku miris mendengar pengakuan atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang menyebut dirinya tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), saat mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Krakow, Polandia.
Padahal, Desak Made berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas dalam ajang bergengsi tersebut.
"Saya jujur ikut miris sekaligus malu mendengar pengakuan Desak Made. Atlet yang membawa nama baik bangsa di panggung dunia justru mengaku minim dukungan. Ini menjadi tamparan keras yang harus segera dibenahi dalam tata kelola olahraga nasional," kata Amure di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan utama untuk mengurangi dukungan terhadap atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
"Dalih efisiensi tidak boleh dijadikan pijakan utama. Kemenpora harus lebih proaktif sekaligus kreatif dalam memfasilitasi setiap perjuangan atlet. Negara harus hadir sebelum atlet meraih prestasi, bukan hanya datang memberikan apresiasi setelah mereka menjadi juara," tegasnya.
Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai pemerintah masih memiliki banyak opsi untuk memastikan kebutuhan atlet tetap terpenuhi meski berada di tengah keterbatasan anggaran.
"Apa susahnya pemerintah menggandeng sponsor? Banyak cara yang bisa dilakukan. Kemenpora bisa membangun kolaborasi dengan BUMN, dunia usaha, maupun sektor swasta yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga nasional. Problem utamanya bukan semata-mata anggaran, tetapi ada pada kemauan untuk mencari solusi dan membangun kemitraan yang kuat demi kepentingan atlet," ujarnya.
Ia menegaskan, para atlet merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi pembinaan, pendanaan, maupun fasilitas selama mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
Amure berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu semangat atlet-atlet Indonesia dalam mengejar prestasi dunia.
"Jangan sampai atlet kita berjuang sendirian ketika membawa Merah Putih di panggung dunia. Prestasi mereka adalah kebanggaan bangsa, sehingga sudah seharusnya negara memberikan dukungan yang maksimal. Jangan sampai keterbatasan dukungan justru menghambat lahirnya prestasi-prestasi besar Indonesia di masa depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Prestasi yang ditorehkan atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, di World Climbing Series Krakow 2026 ternyata menyimpan cerita yang tak banyak diketahui publik.
Desak sukses menyabet medali emas nomor speed putri pada ajang yang berlangsung di Krakow, Polandia. Namun, di balik keberhasilan tersebut, atlet asal Bali itu mengaku dukungan pemerintah menjelang keberangkatannya sangat minim.
"Sebenarnya sebelum saya datang ke Krakow, kami memiliki masalah karena pemerintah tidak mendukung kami. Sekarang saya berharap pemerintah selalu mendukung kami untuk kompetisi berikutnya," ujar Desak seperti dikutip dalam video yang diunggah akun X Dzikry Al Ghazaly, Senin (6/7/2026).