Legislator PKB Chusnunia Usulkan KEK Pariwisata untuk Pesawaran dan Lampung Selatan
NunikPKBNEWS - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, mempertanyakan indikator keberhasilan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata selama ini agar menjadi dasar yang kuat mengapa KEK tersebut harus dipertahankan. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementrian Pariwisata, Rabu (1/7/2026).
“Lakukan evaluasi terkait KEK yang sudah ada apabila masih jauh dari target yang diharapkan apalagi tidak lagi memungkinkan sebaiknya dilakukan langkah-langkah,” ujarnya.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sendiri adalah zona yang ditetapkan pemerintah untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata, menarik investasi global, serta menciptakan ekosistem destinasi berkualitas. Pengembangan KEK pariwisata sendiri menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat destinasi pariwisata prioritas melalui insentif dan kemudahan berusaha.
Kementerian Pariwisata telah menyiapkan insentif khusus untuk mendorong investasi di berbagai kawasan tersebut. Saat ini terdapat 8 KEK yang memiliki kegiatan utama di bidang pariwisata. Kedelapannya adalah KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), KEK Kura-Kura Bali, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Sanur di Bali, KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, KEK Lido di Jawa Barat, KEK Likupang di Sulawesi Utara, serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.Selain itu, terdapat 4 KEK yang juga mengembangkan sektor pariwisata, yakni KEK Nongsa di Kepulauan Riau, KEK Singhasari di Jawa Timur, KEK Morotai di Maluku Utara, serta KEK Industropolis Batang di Jawa Tengah.
Pada kesempatan tersebut legislator PKB itu juga mengusulkan pembentukan KEK Pariwisata untuk Pesawaran dan Lampung Selatan.Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang atau meningkat 53,50 persen dibandingkan tahun 2024. Lonjakan tersebut turut mendorong perputaran ekonomi daerah hingga Rp53,11 triliun, dengan rata-rata pengeluaran wisatawan sekitar Rp2,15 juta per orang.
“Angka kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung masuk dua besar nasional dimana prosentase kenaikannya peningkatan yang signifikan karenanya saya memahami mengapa Pemerintah Propinsi Lampung berharap ada perhatian terkait hal ini,”ungkapnya.
Politisi asal Lampung ini juga telah mempertemukan Bupati Pesawaran dengan Pihak Kementrian Pariwisata agar berkomunikasi untuk memenuhi berbagai persayaratan yang diperlukan untuk menjadi KEK Pariwisata.