Menko Muhaimin: Ketahanan dan Kemandirian Pangan Kunci Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (foto: pkb)PKBNEWS - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Karena itu, generasi muda, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem pangan yang berbasis inovasi, riset, dan kewirausahaan.
“Nah, saya akan sungguh-sungguh mengajak kaum muda terutama mahasiswa yang memiliki concern ini menjadi pendorong bersama pemerintah untuk mewujudkan solusi baru di bidang pertanian dan pangan kita. Kalau politik anggaran sudah berubah, politik pangan sudah berubah, maka peluang kita harus sambut dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, khususnya kemandirian pangan kita,” ucap Menko Muhaimin saat membuka kegiatan Seminar Nasional Desa Berdaya: ‘Peran Milenial dalam Mendukung Kemandirian Pangan Lokal Berkelanjutan’ di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (02/07/2026).
Menko Muhaimin menjelaskan bahwa perubahan situasi geopolitik dan geoekonomi global menuntut Indonesia memperkuat fondasi ekonomi dari dalam negeri. Karena itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendorong perubahan orientasi pembangunan dengan memperkuat kemandirian ekonomi melalui sektor pangan dan pertanian.
Menurutnya, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Indonesia berhasil menekan impor beras hingga menghemat sekitar Rp41 triliun serta memiliki cadangan beras pemerintah yang mencapai lebih dari lima juta ton, tertinggi dalam sejarah.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus menjadi titik awal untuk membangun ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak hanya memastikan kecukupan kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya usaha baru, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.
“Kalau politik anggaran sudah berubah, politik pangan sudah berubah, maka peluang kita harus sambut dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, khususnya kemandirian pangan kita,” kata Menko Muhaimin.
Menko Muhaimin menilai sektor pertanian kini menjadi ruang ekonomi yang sangat menjanjikan bagi generasi muda. Perubahan orientasi kebijakan pemerintah, mulai dari politik anggaran hingga politik pangan nasional, membuka peluang besar bagi lahirnya wirausaha muda di sektor pangan.
Karena itu, ia mengajak perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovator dan wirausahawan muda di bidang pertanian. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi menghasilkan penelitian, tetapi juga harus mampu membangun ekosistem yang mempertemukan inovator, pelaku usaha, investor, dan pemerintah sehingga hasil riset dapat dihilirisasikan menjadi produk yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya yakin UNS bisa bersama-sama mewujudkan masyarakat yang betul-betul sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan potensi kekuatan bangsa kita. Oleh karena itu, kita harus punya ketahanan, kedaulatan, sekaligus kemandirian pangan yang akan kita wariskan bagi Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera,” tutup Menko Muhaimin.