Menko Muhaimin: Potensi Ekonomi Kreatif Tak Boleh Hanya Terpusat di Jawa dan Bali

Menko Muhaimin: Potensi Ekonomi Kreatif Tak Boleh Hanya Terpusat di Jawa dan Bali

Selasa, 30/06/2026 17:06 WIB

Menko Muhaimin: Potensi Ekonomi Kreatif Tak Boleh Hanya Terpusat di Jawa dan Bali Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (foto: pkb)

PKBNEWS - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif nasional harus dilakukan secara lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada Pulau Jawa dan Bali. Menurutnya, berbagai daerah di Indonesia memiliki potensi besar yang perlu dipetakan, dikembangkan, dan didukung melalui kebijakan yang tepat agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Potensi ekonomi kreatif masih terkonsentrasi di Bali, Jawa, yang menunjukkan daerah-daerah yang lain harus dikejar dan digali sejauh mana dan daerah mana yang akan terus memiliki potensi dan mendapatkan dukungan,” ucap Menko Muhaimin pada Pelaksanaan Sosialisasi dan Ngibar (Ngisi Bareng) Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta, Senin (29/06/2026).

Ia menjelaskan bahwa subsektor kuliner masih menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional, sementara sektor film, musik, dan berbagai subsektor kreatif lainnya terus menunjukkan pertumbuhan seiring perkembangan teknologi informasi. Namun demikian, potensi ekonomi kreatif saat ini masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong pengembangan desa kreatif sebagai salah satu strategi untuk memperluas pemerataan ekonomi kreatif di berbagai daerah. 

Dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah, desa-desa diharapkan mampu melahirkan produk kreatif yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kita dukung rencana desa kreatif, agar percepatan perhatian kepada ekonomi kreatif merata di seluruh tanah air kita,” ucap Menko PM.

Lebih lanjut, Menko Muhaimin menegaskan bahwa setiap pelaku ekonomi kreatif memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, kebijakan pemberdayaan juga harus disusun berdasarkan data yang akurat agar intervensi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, data merupakan infrastruktur penting dalam pembangunan. 

Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi investasi jangka panjang yang membantu pemerintah memetakan potensi ekonomi kreatif secara lebih mendalam, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif, akademisi, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. 

Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah dapat berkembang lebih merata. 

Dengan demikian, sektor ekonomi kreatif tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa dan Bali, tetapi juga mampu menjadi kekuatan baru yang mendorong pemerataan pembangunan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Mari kita kawal sensus ekonomi sampai selesai. Inilah langkah kita semua yang konkret agar lebih cepat menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Menko Muhaimin.

TAG: