Menko Muhaimin Nilai Universitas Terbuka Strategis Dukung Target Penurunan Kemiskinan
Gus MuhaiminPKBNEWS - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di Indonesia. Salah satu institusi yang dinilai strategis dalam misi tersebut adalah Universitas Terbuka.
Usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka di Bogor, Cak Imin menyampaikan bahwa pendidikan terbuka yang inklusif mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk kelompok rentan.
“Pendidikan, termasuk Universitas Terbuka dan para alumninya, bisa menjadi mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Pemerintah sendiri memasang target ambisius: angka kemiskinan ekstrem ditekan hingga 0 persen pada 2026, dan tingkat kemiskinan nasional berada di bawah 5 persen pada 2029.
“Ini bukan sekadar target, tapi komitmen bersama. Pendidikan harus menjadi jalan keluar,” tegasnya.
Di sisi lain, Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menyatakan kesiapan kampusnya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan alumni dalam mewujudkan target tersebut.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penyaluran 20.000 beasiswa bagi masyarakat kurang mampu melalui jaringan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UT.
“Kami percaya pendidikan adalah titik balik. Dengan akses yang tepat, masyarakat bisa bangkit dan mandiri, سواء melalui pekerjaan maupun wirausaha,” jelas Ali.
Tak hanya fokus pada akses pendidikan, UT juga didorong untuk menjawab kebutuhan industri masa depan. Ketua Umum IKA UT periode 2025–2030, Moeldoko, mengusulkan pembukaan program studi kendaraan listrik (electric vehicle).
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor ini terus meningkat, dan lulusan UT berpotensi langsung terserap industri, termasuk di perusahaan miliknya, PT Mobil Anak Bangsa yang bergerak di bidang bus listrik.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk integrasi antara pendidikan, industri, dan pemberdayaan ekonomi—sebuah pendekatan yang diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan di Indonesia.