Menko PM Muhaimin Iskandar: Penerima PBI BPJS Capai 152 Juta Orang, Data Terus Diperbarui

Menko PM Muhaimin Iskandar: Penerima PBI BPJS Capai 152 Juta Orang, Data Terus Diperbarui

Senin, 16/02/2026 19:48 WIB

Menko PM Muhaimin Iskandar: Penerima PBI BPJS Capai 152 Juta Orang, Data Terus Diperbarui PKB

PKBNEWS - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa sebanyak 52 persen masyarakat Indonesia saat ini tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program BPJS Kesehatan.

Dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Senin (16/2/2026), Menko PM yang akrab disapa Cak Imin ini menyebutkan bahwa total penerima bantuan iuran mencapai sekitar 152 juta jiwa.

“Sampai hari ini, jumlah yang menerima bantuan iuran untuk BPJS Kesehatan ini sudah 52 persen dari seluruh penduduk kita. Yaitu di angka sekitar 152 juta yang mendapatkan bantuan iuran BPJS Kesehatan. Pemerintah pusat hampir 100 jutaan, pemerintah daerah melalui PBI Daerah sekitar 50 juta,” ujar Cak Imin.

Menurutnya, angka tersebut bersifat dinamis karena perubahan data sosial ekonomi masyarakat yang terjadi setiap hari. Faktor-faktor seperti kelahiran, kematian, serta perubahan kondisi ekonomi warga turut memengaruhi komposisi penerima bantuan.

“Data ini terus dinamis karena data sosial ekonomi kita setiap hari mengalami perubahan demi perubahan. Ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang naik kelas, ada yang turun kelas,” jelas Cak Imin.

Ia menegaskan bahwa dinamika tersebut menuntut pemerintah untuk terus melakukan konsolidasi dan pembaruan data secara berkala, khususnya terkait data Jaminan Kesehatan Nasional bagi para penerima bantuan iuran.

“Dinamika data yang terus-menerus itulah menuntut kami semua untuk tidak pernah berhenti mengkonsolidasikan. Termasuk hari ini, kami mengkonsolidasikan seluruh data-data sosial ekonomi terutama data Jaminan Kesehatan Nasional khusus para Penerima Bantuan Iuran,” pungkas Cak Imin.

Pemerintah memastikan proses pembaruan data akan terus dilakukan guna menjaga ketepatan sasaran dan keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

TAG: