Legislator PKB Apresiasi Langkah Cepat Kementerian PU Bangun 20 Jembatan Permanen di Aceh

Legislator PKB Apresiasi Langkah Cepat Kementerian PU Bangun 20 Jembatan Permanen di Aceh

Kamis, 22/01/2026 17:17 WIB

Legislator PKB Apresiasi Langkah Cepat Kementerian PU Bangun 20 Jembatan Permanen di Aceh Ruslan Daud

PKBNEWS - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ruslan M. Daud, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir dan bencana alam di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Salah satunya rencana pembangunan 20 jembatan permanen yang rusak akibat banjir dan longsor sejak November 2025 lalu.

“Kerusakan jembatan akibat banjir yang melanda Aceh pada November lalu berdampak berantai. Harga kebutuhan pokok dapat meningkat, hasil pertanian dan perikanan terhambat distribusinya, serta akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menjadi sulit. Karena itu, penanganan jembatan harus menjadi prioritas,” ujar Ruslan, Kamis (22/1/2025).

Ruslan menyatakan, penanganan jembatan rusak dan titik longsoran merupakan kebutuhan mendesak karena jembatan berperan sebagai urat nadi konektivitas wilayah. Kerusakan jembatan akibat banjir tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada distribusi logistik, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga respons darurat kebencanaan. “Kebijakan Kementerian PU yang tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi permanen, sebagai langkah yang tepat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan Kementerian PU merencanakan pembangunan 20 jembatan permanen di seluruh Aceh serta penanganan 68 titik longsoran di jalur lintas timur, tengah, barat, selatan, dan sejumlah ruas penghubung antarwilayah. Menurutnya seluruh program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai Januari hingga Juni 2026 dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, urgensi, dan kondisi geografis masing-masing daerah.
“Ini menunjukkan kehadiran negara dengan skala pekerjaan yang besar dan dirancang sebagai solusi jangka panjang,” katanya.

Ruslan menambahkan, jembatan sementara atau jembatan Bailey yang saat ini digunakan sebagai akses darurat akan dibangun kembali menjadi jembatan permanen. Bahkan, beberapa jembatan direncanakan dibangun dengan konsep duplikasi atau jembatan kembar guna meningkatkan kapasitas lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

“Konsep tersebut akan diterapkan pada sejumlah jembatan di ruas jalan nasional strategis, seperti Jembatan Kutablang (Krueng Tingkeum) dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, yang menjadi jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah lintas timur Aceh,” pungkasnya.

TAG: