PKB Minta Pemprov Percepat Pengerukan Sungai

PKB Minta Pemprov Percepat Pengerukan Sungai

Selasa, 23/02/2021 17:27 WIB

PKB Minta Pemprov Percepat Pengerukan Sungai Hasbiallah Ilyas

JAKARTA, PKBNew - MENANGGAPI peringaran BMKG bahwa wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan pada 23-24 Februari, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa - Partai Persatuan Pembangunan (PKB-PPP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta pemerintah provinsi (pemprov) mempercepat pengerukan sungai untuk antisipasi banjir.

"Jakarta tidak bisa lepas dari banjir, karena satu posisi Jakarta itu kan seperti mangkok. Seharusnya persiapan itu bukan dadakan. Seharusnya pas musim panas itu, sudah menyiapkan, sudah mengantisipasi banjir, ini kan permasalahan persiapan menurut saya andaikata besok hujan lebat itu pengerukan kali harus lebih dioptimalkan, digencarkan-lah," tutur Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas, kemarin.

Hasbiallah mengingatkan bahwa banyak sungai yang dangkal yang menjadi penyebab banjir. Ia mencontohkan, pendangkalan di Banjir Kanal Timur (BKT).

"Dua hari ini sekarang yang wilayah itu (rawan banjir) harus digali (sungai), diadakan pengerukan kali. Bagaimana kita sekarang melakukan pengerukan. Silakan cek, kali Banjir Kanal Timur itu dari mulai Cakung sampai kebuang ke laut, Rorotan terus sampai ke Marunda itu sekarang kali itu ditanami tumbuhan, gimana nggak mau banjir. Sekarang ditanami pohon kangkung, pohon pepaya," ujarnya.

Hasbiallah meminta Pemprov DKI mengeruk sungai dalam dua hari ke depan. Dia mengatakan, menggali sungai yang mulai dangkal itu adalah salah satu upaya mencegah banjir.

"Dua hari ke depan maksimalin (pengerukan). Saya sudah beberapa kali itu, kali-kali tolong dikeruk sama dinas terkait. Tapi tidak ada respons bagaimana lagi. Kalau pengerukan ada, saya yakin pengerukan dua hari dimaksimalin siang-malam, pemda mampu untuk itu, dikerahkan, banjir tidak lebih dari 3 jam, percaya sama saya. Dikeruk semua," kata dia.

Setelah musim hujan selesai, Hasbiallah meminta Pemprov DKI menyelesaikan naturalisasi dan normalisasi Kali Ciliwung. Dia menyebut, jika permasalahan kali Ciliwung tak kunjung tuntas, Jakarta belum bisa terbebas dari banjir.

"After musim banjir ya, setelah nanti, musim panas itu harus menyelesaikan Ciliwung itu dari Pejaten Timur, terus Lebak Bulus, terus Pesanggrahan, kalau itu bisa ditangani, Kemang itu tidak akan banjir, nanti larinya sampai ke Cipinang tuh. Itu kan belum selesai, selama itu belum selesai Jakarta tidak akan terbebas banjir," tandasnya.

 

TAG: