PKB Kembali Gelar Kajian Kitab Risalah Ahlissunnah Wal Jamaah

PKB Kembali Gelar Kajian Kitab Risalah Ahlissunnah Wal Jamaah

Kamis, 18/02/2021 23:12 WIB

PKB Kembali Gelar Kajian Kitab Risalah Ahlissunnah Wal Jamaah Gus Kautsar

JAKARTA, PKBNews - DEWAN Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menggelar kajian kitab kuning karya Risalah Ahlissunnah Wal Jamaah karya Hadratussyaikh Hasyim Asy`ari. Sebagai pembahas pengasuh Ponpes Al-Falah, Ploso, KH. Abdurrahman Al-Kautsar atau karib disapa Gus Kautsar.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI, Sekjen DPP PKB M Hasanuddin Wahid, Ketua Bidang Pendidikan dan Pesantren DPP PKB KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Sjamsurizal dan Sekretaris Fraksi PKB Fathan Subchi. Serta dihadiri oleh DPW, DPC se-Indonesia serta kader PKB baik hadir secara langsung maupun virtual.

Di sela kajian berlangsung, Gus Kautsar mengaku terkesima dengan logo PKB di tampilan zoom yang dikelilingi animasi lebah.

"Aku musykil (bertanya dalam diri), ini yang kreatif Ketumnya (Gus AMI) atau punokawane (kolega Gus AMI)? Ada saja acaranya (idenya)," tutur Gus Kautsar.

Sebelum lebih panjang membahas logo PKB tersebut, Gus Kautsar terlebih dahulu menukil pidato Gus AMI dalam Muktamar PKB di Surabaya pada 2014 yang lalu berisi sebuah ayat ke 24 dari surah Ibrahim.

"Saya yakin kader-kader PKB lupa semua pidato ketume, dulu masih Cak Imin, belum Gus AMI. Beliau (Gus AMI, red) mengatakan ayat itu. Saya mbatin, pancen Cak Imin anak putune kiai yo, dalil yo luwes. Aku rodok panik, aku mergo dicetak bapakku dadi Kiai, lho iki ono Ketua Partai iso dalil," tuturnya.

Dari penelusuran redaksi, ayat tersebut memiliki arti sebagai berikut: "Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit".

Menurut Gus Kautsar, pengambilan ayat tersebut oleh Gus AMI sangat bermakna dan tepat. Melalui pidato itu, Gus Kautsar menduga Gus AMI berpesan kepada kader-kadernya untuk benar-benar memiliki semangat, ketulusan, dan mengakar kuat dalam berjuang sesuai dengan makna yang terkandung dalam ayat itu.

"Niatannya itu benar-benar niatan yang tulus untuk berjuang, karya dan sumbangsihnya nyata bagi bangsa ini," kata Gus Kautsar.

Usai menukil pidato Gus AMI pada Muktamar di Surabaya, Gus Kautsar lantas dikejutkan dengan falsafah lebah yang diusung PKB era saat ini. Gus Kautsar mengakui bahwa penggunaan lebah adalah sebuah kreatifitas yang bermakna tinggi bagi PKB.

Gus Kautsar menjelaskan, kalau dulu Gus AMI mengangkat falsafah Nakhlah atau pohon kurma saat pidato Muktamar Surabaya, saat ini dia kembali mengusung tagline Nahlah atau lebah yang juga memiliki filosofi tak kalah baik dari pohon kurma.

"Karena saya itu lihat di Musnad Ahmad, dawuhnya Sayyidina Ali yang berpesan kepada kita semua, kamu semua di antara masyarakat yang ada harus bisa seperti lebah. Wes tho, pokoke Ketummu (Gus AMI) ngalim pak, ono kitabe iki," ungkap Gus AMI.

 

 

TAG: